KPK Dukung Polri Usut Kasus Jagung Di Banten

KOTA SERANG - MBC || Terkait dugaan tindak pidana korupsi lahan jagung di sejumlah titik di Provinsi Banten, Direktur Aliansi Independen Peduli Publik (ALIPP) Uday Suhada menyatakan bahwa pernah konsultasi dengan divisi pencegahan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

"Dalam hal ini, KPK tentu menghormati proses hukum yg sedang berlangsung di Polda & Kejati Banten. Karena itu kita sangat mendukung pihak Polda maupun Kejati untuk bekerja secara profesional menegakkan hukum dan keadilan, tanpa intervensi pihak manapun dan tidak tebang pilih," Jelas Uday Suhada menirukan hasil konsultasinya kepada KPK belum lama ini.

Sementara ditempat terpisah, kemarin, Direktorat Reserse Kriminal khusus (Ditkrimsus) Kepolisian Daerah (Polda) Banten masih terus lakukan penyidikan terkait dugaan dugaan penyimpangan Kegiatan penerapan Program Produktivitas, produksi, dan mutu hasil tanaman pangan dinas pertanian (Distan) Provinsi Banten senilai RP.68,7 milliar lebih tersebut.

"Terkait kasus jagung kita lakukan penyidikan yah bukan penyelidikan. Masih kita lakukan pendalaman lagi," kata Dirkrimsus Polda Banten Kombespol Abdul Karim di Mapolda Banten.


Dalam penanganan Dugaan penyimpangan lahan jagung Distan Banten ini, kata Abdul Karim, masih menunggu hasil dari Badan Pemeriksa Keuangan Banten.

"Jadi terkait jagung, masih nunggu BPK," jelasnya.

Saat ini, lanjut Abdul Karim, pihaknya dalam hal ini Dirkrimsus Polda Banten masih lakukan penyidikan secara intensif dari berbagai tingkatan.

"Dari pada tingkat bawah menengah sampai tataran kebijakan masih kita sidiklah masih jauh," tandasnya.

Sebelumya, Polri, dalam hal ini penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Dirkrimsus) Polda Banten sudah meminta Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) menghitung dugaan kerugian keuangan negara dari proyek penerapan budidaya jagung program produktivitas produksi dan mutu hasil tanaman pada bidang tanaman pangan Dinas Pertanian (Distan) Provinsi Banten yang di duga terdapat penyimpangan dalam Anggaran yang bernilai Rp68,7 milliar yang berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Polisi juga telah menegaskan, telah memeriksa saksi-saksi dalam kasus tersebut. Mata Kepala Bidang Humas Polda Banten Ajun Komisaris Besar Polisi Edy Sumardi Priadinata, ia mengungkapkan, pihaknya telah memeriksa sejumlah saksi terkait dugaan kasus korupsi dana budidaya jagung di Provinsi Banten yang dilaksanakan Januari hingga Desember 2017 dengan target lahan seluas 187 ribu hektare. Sejumlah pejabat Dinas Pertanian Provinsi Banten sudah diperiksa. Dokumen kontrak, berita acara serah terima barang, dan dokumen pembayaran juga diamankan sebagai barang bukti.(faiz)



Wartawan : Faizudin


LEAVE A REPLY

Berita Wilayah