Dari 34 Provinsi Di Indonesia Banten Peringkat 5 Tingkat Kerawanan Pemilu Tahun 2019

KOTA SERANG- MBC || Dari 34 Propinsi yang ada di Indonesia, Banten menduduki peringkat ke 5 tingkat kerawanan Pemilu tahun 2019, hal tersebut merupakan gambaran dari Bawaslu RI, agar ada upaya pencegahan yang di lakukan Bawaslu di Daerah pada pemilu tahun 2019.

"Hal ini merupakan sebuah tantangan bagi kami sebagai penyelenggara pemilu dan mudah-mudahan bisa menjawab tantangan untuk bisa meminimalisir ke khawatiran-kekhawatiran dalam indeks kerawanan Pemilu ini tidak terjadi di Propinsi Banten." kata
Kordiv Humas, Hubal, dan Hubungan Antarlembaga Sam'ani pada awak media saat lakukan Rilis di Kantor Bawaslu Banten, Kota Serang, Sabtu (13/04/2019).

Dari kelima besar daerah tersebut menurut Sam'ani, yang menjadi gambaran tingkat kerawanannya besar dari Bawaslu RI, diantaranya, Papua, kedua Yogyakata, ketiga Jawa Barat dan Banten di nomor urut kelima.

"Indeks ini diambil dari 4 indikator yaitu kontek sosial politik, penyelenggra pemilu yang bebas, adil, kontestasi dan partisipasi." jelasnya.

Masing-masing indikator kerawanan di Kabupaten-Kota di Banten sendiri, jelas Sam'ani, memiliki persentase yang berbeda-beda, namun secara total di Provinsi Banten ada indeks kerawanan yang diatas rata-rata.

"Seperti di kabupaten pandeglang, dengan tingkat kerawanan nya mencapai 61,2 persen, kemudian Kabupaten Serang 50,3 persen, Kota Cilegon 50,3 persen, dan Kota Tangerang, 50 persen, ini adalah empat Kabupaten Kota yang rawan di banten dengan tingkat Kerawanan diatas Lima Puluh Persen." jelasnya.

Sedangkan untuk Kabupaten-Kota lainnya, lanjut Sam'ani, seperti Kabupaten Tangerang, Tangerang Selatan, Kota Serang dan Kabupaten lebak berada di bawah 50 persen.

"Tapi ini tentunya tidak bisa menjustifikasi bahwa tingkat pengawasan kami akan abai di situ,
secara umum kami akan lakukan pengawasan di seluruh Kabupaten Kota di seluruh wilayah, ini sebagai Roly Running Sistem, sehingga apa yang di prediksi-prediksi tingkat kerawanan dapat di antisipasi oleh pengawas kami di setiap tingkatan." tuturnya.

Sementara itu Ketua Bawaslu Banten, Didi M Sudih menambahkan, selain daerah-daerah rawan yang ada di Banten, yang menjadi perhatian pihaknya, juga ada beberapa poin perhatian yang dilakukan oleh Bawaslu Banten.

"Selain itu ada beberapa titik yang juga kita lakukan perhatian di wilayah Banten ini, diantaranya, yang pertama masalah Money Politik yang juga mengarah pada pengawasan dan penanganan pelanggaran, lalu yang kedua Politisasi Sara serta Ujaran Kebencian."

Lanjutnya "Selain itu juga penggunaan tempat Ibadah yang dipakai sebagai tempat kampanye di masa tenang ini, kemudian yang ketiga masalah mobilisasi ASN dan Kepala Desa, itu yang spesifik yang menjadi perhatian secara khusus di Banten, hal ini dikarenakan banyak nya laporan-laporan masuk kepada kami," tambahnya (faiz)



Wartawan : Faizudin


LEAVE A REPLY

Berita Wilayah