KIP Banten: Pemohon Berhak Atas Informasi Yang Di Minta

KOTA SERANG- MBC || Menanggapi laporan atas masyarakat terkait sengketa informasi atas nama Sutarman Wahyudi sebagai pelapor dan Kecamatan Serpong sebagai terlapor, Komisi informasi publik (KIP) Banten lakukan sidang putusan hari ini, Kamis (11/4/2019). di Kantor (KIP) Banten Cipocok Jaya Kota Serang.

Dalam sidang putusan ini, KIP Provinsi Banten memutuskan atas laporan adanya ketidak terbukaan informasi dari pihak Kecamatan Serpong, tentang ada atau tidaknya pelepasan hak atas girik C91 Persil 36 dan 41 yang tidak pernah di jawab, atas laporan Sutarman Wahyudi selaku anak dari pemilik tanah yang menjadi sengketa di Desa Lengkong Gudang Timur, Kecamatan Serpong, Kota Tangerang seluas 2,5 hektar.

Menurut wakil ketua Komisi Informasi Publik (KIP) Provinsi Banten, H. Masykur S.H.I MH, mengatakan, dari hasil sidang putusan, pihaknya dalam hal ini KIP Provinsi Banten menerima permohonan sengketa pemohon atas nama Sutarman Wahyudi, dan menyatakan pemohon berhak atas informasi yang diminta dalam hal ini Kecamatan Serpong sebagai termohon untuk memberikan Informasi sesuai apa yang diminta oleh pemohon.

"Jadi pemohon itu telah diputuskan berhak untuk mendapatkan Informasi yang diminta, berupa Informasi tertulis yang dibuat oleh termohon dan diberikan pada pemohon, karena memiliki Relefansi dan kepentingan langsung sesuai bukti-bukti yang di ajukan dalam persidangan." katanya.

Keputusan yang dibuat pada hari ini, lanjut Masykur, dihadiri oleh kedua belah pihak, baik pemohon dan termohon dalam hal ini tadi di wakili kuasa hukum dari Kecamatan Serpong.

"Ya, mudah-mudahan pihak Kecamatan selaku termohon dapat menerima langsung keputusan ini dan bisa memberikan apa yang di minta oleh pemohon berupa jawaban atas pertanyaan apakah ada atau tidaknya pelepasan hak atas girik C91 Persil 36 dan 41 itu. Kan cuma itu ko saya rasa yang diminta, ringan dan sederhana, wajar karena pemohon ini saudara Sutarman Wahyudi memiliki kepentingan atas informasi ini, menurut saya memang Relevan, karena memiliki bukti-bukti yang sangat berhubungan." jelasnya.

Diketahui, Sutarman Wahyudi anak dari Rusli Wahyudi sebagai pemilik tanah yang dalam hal ini sebagai pelapor menerangkan bahwa keputusan ini mudah mudahan akan menjadi jalan untuk dirinya kedepan, karna memang dirinya hanya meminta informasi bukan meminta dokumen.

"Ya mudah-mudahan dengan keputusan ini masalah kami yang sudah 25 tahun ini jadi terang benderang, bahwa betul tanah kami tidak pernah diperjual belikan dan tidak pernah ada pelepasan hak yang tercatat di Kecamatan. Namun, perjuangan masih panjang, dan kami akan terus memperjuangkan hak kami." terangnya.

Sementara itu Sekertaris Forum Korban Mafia Tanah Indonesia (FKMTI) Agus Muldya Natakusumah yang juga hadir mendampingi pemohon dalam sidang putusan sengketa informasi dikomisi Informasi Publik (KIP) Banten melihat keputusan yang di putuskan merupakan suatu kemajuan yang luar biasa di era sekarang ini.

"Jadi hasil sidang hari ini yang di lakukan Komisi Informasi Publik Provinsi Banten sangat luar biasa, kita harap masalah ini cepat selesai, tidak akan ada banding atau kasasi lagi, karena memang ini sebenarnya bukan sesuatu hal yang menjadi rumit dan menyulitkan"

Lanjutnya, "Inikan permintaan yang diminta atau Informasi yang diinginkan oleh pelapor, dalam hal ini Sutarman Wahyudi anak dari Rusli Wahyudi sebagai pemilik tanah, meminta jawaban iya atau tidak, ada atau tidak pelepasan atas tanah yang dimilikinya itu saja kok!

Lebih dalam lagi diucapkan, "Dan seharusnya secara normatif, permintaan ini harus dipenuhi, siapapun, bukan hanya dalam masalah ini saja, pihak Kecamatan Serpong seharusnya bisa langsung berikan jawaban, dan juga bisa langsung dijawab, gimana mau Kotanya maju kalau Camatnya saja kaya gini, kan repot, ibunya mau transfaran dan ibunya mau kotanya maju, tapi warganya nanya ajah sampai nunggu bolak-balik seperti ini, waktunya sayang terbuang percuma," tandasnya.



Wartawan : Faizudin


LEAVE A REPLY

Berita Wilayah