Penuhi Hak Penyandang Disabilitas Kota Serang Menuju Ramah Disabilitas

KOTA SERANG- MBC ||- Pemerintah Kota (Pemkot) Serang menyatakan diri untuk berkomitmen dalam mewujudkan Kota Serang yang ramah Disabilitas. Hal tersebut disampaikan oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Serang, Tb. Urip Henus, saat ditemui di kantornya, Rabu (10/4/2019).

Tb. Urip mengatakan, Pemkot Serang saat ini sedang berupaya untuk menekan angka penambahan angka Disabilitas melalui beberapa program yang dijalankan oleh Dinas Kesehatan Kota Serang dan Dinas Sosial Kota Serang.

"Diharapkan, informasi mengenai apa saja yang dapat mengakibatkan anak yang baru lahir menjadi penyandang disabilitas, dapat disosialisasikan. Sehingga bisa ditekan angka disabilitas," ungkapnya.

Selain itu, Ia mengatakan Pemerintah Kota Serang akan membangun fasilitas dan infrastruktur penunjang Disabilitas. Sehingga, para penyandang Disabilitas tidak merasa termajinalkan di Kota Serang.

"Namun, karena memang Kota Serang saat ini baru berusia kurang lebih 11 tahun, maka itu bertahap (pembangunannya)," terangnya.

Sebagai bentuk ketegasan akan komitmen, Tb. Urip mengungkapkan bahwa baik Walikota maupun Wakil Walikota Serang, telah menyatakan akan mendukung penuh konsep Kota Serang Ramah Disabilitas dalam segi anggaran.

"Pak Walikota dan pak Wakil mendukung berapapun anggaran yang dimohonkan untuk merealisasikan hal tersebut," katanya.

Ditempat lain, Ketua Himpunan Mahasiswa Pendidikan Khusus (Hima PKh) Untirta, Gilang, mengapresiasi apa yang akan dilakukan oleh Pemkot Serang.

"Kami HIMA PKh Untirta sangat mengapresiasi langkah awal dari pemerintah Kota Serang untuk dapat menekan angka penambahan anak Disabilitas di Kota Serang," ujarnya.

Ia pun mengapresiasi langkah Pemkot Serang yang siap menganggarkan berapapun jumlahnya demi terwujudnya Kota Serang yang Ramah Disabilitas.

"Komitmen untuk dapat membangun fasilitas dan infrastruktur untuk penunjang anak disablitas serta mewujudkan Kota Serang Ramah Disabilitas itu sangatlah baik," katanya.

Namun, ia mengingatkan kepada Pemkot Serang bahwa tidak semua penyandang Disabilitas disebabkan oleh virus yang menyerang disaat usia kehamilan.

"Perlu diingat, ada pula yang penyandang Disabilitas dikarenakan memang keturunan atau gen bawaan. Ada pula yang dikarenakan kecelakaan dan lain sebagainya," ungkapnya.

Sehingga, lanjutnya, Pemkot Serang jangan hanya berfokus pada bagaimana menekan angka kelahiran bayi penyandang Disabilitas, namun harus juga mempersiapkan infrastruktur yang benar-benar ramah Disabilitas. Hal tersebut, kata Gilang, merupakan amanah dari Undang-undang.

"Meskipun nanti mungkin angka penyandang Disabilitas itu nihil atau nol di Kota Serang, namun Pemkot Serang tetap harus menyediakan infrastruktur ramah Disabilitas karena itu merupakan amanat undang-undang dan hak dari penyandang Disabilitas meskipun bukan warga Kota Serang," terangnya.

Selain itu, sosialisasi mengenai hak penyandang Disabilitas kepada masyarakat harus sering dilakukan. Menurutnya, hal tersebut dikarenakan masih banyaknya pelanggaran hak penyandang disabolitas yang dilakukan oleh masyarakat.

"Contoh kecilnya, seperti Guiding Block yang seharusnya tidak boleh dilintangi oleh benda apapun, namun saat ini masih saja ada yang berjualan ataupun memarkirkan kendaraan di atas Guiding Block," Tandasnya.



Wartawan : Faizudin


LEAVE A REPLY

Berita Wilayah