GMDM Mengadakan Sosialisasi Bersama BNK dan Polresta Tangerang Tentang Bahaya Narkotika

KABUPATEN TANGERANG- MBC ||- Gerakan Mencegah Daripada Mengobati (GMDM) Narkoba Kabupaten Tangerang, menilai Provinsi Banten masuk daerah rawan narkoba. Pasalnya masih daerah dengan peringkat ke-6 dibanding Provinsi lainnya.

Sebagaimana tertuang pada Inpres Nomor 6 Tahun 2018 tentang P4GN, GMDM lakukan penyuluhan bahaya narkoba di perumahan Grand Permata Sepatan, Kabupaten Tangerang, RW 10, Minggu, (31/3/19) waktu setempat.

Agus Karyanto selaku Ketua GMDM Kabupaten Tangerang mengatakan, penyuluhan terkait membahas rencana aksi nasional pencegahan, pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika penyuluhan bahaya Narkotika seharusnya didukung penuh oleh Pemerintah Kabupaten Tangerang, sebagaimana Instruksi Presiden Republik Indonesia Nomor 6 Tahun 2018.

“Kami GMDM dibentuk untuk bermitra dengan Pemerintah Pusat maupun Daerah. Seharusnya yang didukung pemerintah daerah jelang P4GN. Namun sekarang kami berjalan swadaya saja,” Tukasnya

Pria yang berprofesi sebagai Bendahara SPSI ini menambahkan, Visi dan Misi GMDM yakni untuk memasyarakatkan gaya hidup yang bebas dari narkotika, sex bebas, premanisme serta meningkatkan kesadaran akan pentingnya pendidikan dalam kehidupan pembangunan bangsa. Adapun sasaran sosialisasi P4GN yakni anak SD, SMP, SMA, Perguruan Tinggi, pekerja atau perusahaan. Itu dikarenakan bahaya narkotika bisa menyasar seluruh lapisan masyarakat.

“Sasaran kami dimulai dari anak SD, SMP, SMP, Perguruan Tinggi hingga para pekerja. Dikarenakan bahaya nakotika bisa menyasar seluruh lapisan masyarakat,” Tandasnya.

Sementara Jemmy Untayanna Ketua GMDM Provinsi Banten mengatakan, Banten memasuki urutan ke-6 darurat Narkotika

“Banten sekarang sudah memasuki urutan 6 darurat narkoba. Dimana penyelundupan biasanya melalui bandara, pelabuhan, dan tujuh titik yang diperkirakan masuk lobang tikus,” Jelasnya.

Sedangkan Dedy Sutardi Kepala Badan Narkotika Kabupaten (BNK) Tangerang mengatakan, pencegahan narkotika bisa dilakukan dengan 3K. Yakni membangun Komitmen anti narkoba, Konsepsi, dan Konsisten. serta menggunakan metode berprinsip anti narkoba.

“3K yang kami terapkan Komitmen, Konsepsi dan Konsisten. Melalui metoda berprinsip anti narkoba, kami yakin bisa menekan penyalahgunaan narkoba,” Tegasnya.

Selanjutnya acara ditandai dengan ikrar Anti Narkoba, lalu tanda tangan peserta hingga penyematan simbolik pin Anti Narkoba.

Disisi lain, AKP Winarni dari Satnarkoba Polresta Tangerang menjelaskan, ada sekitar 80 jenis narkoba yang sudah masuk ke Indonesia, baik berupa, Pil, Serbuk, atau seperti cairan dimasukan kedalam minuman.

Lebih dalam lagi, AKP Winarni pun menjelaskan pada Pasal 107 tentang Narkoba, masyarakat dapat melaporkan kepada pejabat yang berwenang, Polisi atau BNN, jika mengetahui adanya penyalahgunaan atau peredaran gelap narkotika.

“Jika terjadi segera laporkan. Baik secara sendiri personal, didampingi keluarga, atau melalui pendampingan GMDM. Hal itu akan kami rehabilitasi sesuai pasal 107 dan pasal 127 UU No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika,” Imbuhnya.

Hal tersebut ditanggapi oleh Neneng, (32), warga Rt.01/RW 10 Perumahan Grand Permata Sepatan yang mengatakan, senang dengan adanya edukasi dari GMDM.

“Saya senang dengan adanya sosialisasi ini, selain bisa silaturrahmi sesama warga, juga menambah pengetahuan. Nantinya akan saya sampaikan kepada keluarga di rumah tentang bahaya narkoba ini,” Ucapnya.



Wartawan : Yudi Priharso


LEAVE A REPLY

Berita Wilayah