Banyak Laporan Miras, Bupati Serang Dalami Perizinan Dan Produk PT BBI Cikande

KABUPATEN SERANG - MBC ||- Pemkab Serang Sedang lakukan pendalaman terkait adanya pabrik miras dari hasil permentasi anggur PT Balaraja Barat Indah yang berlokasi di Kawasan Industri Modern Cikande, Desa Nambo Udik, Kecamatan Cikande, Kabupaten Serang.

Hal tersebut dikatakan Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah, bahwa saat ini Pemkab Serang masih mencari kepastian kadar alkohol dari hasil permentasi dan perizinan yang dimiliki PT Balaraja Barat Indah.

"Jadi kalau terkait miras, mereka nyebut itu bukan miras, itu ketika saya (Bupati) nanya sama fihak modrennya itu. kan itu pabriknya ada di dalam modrenland, mereka menyampaikan kalau itu adalah sari buah hasil permentasi dan kita (Bupati) sedang dalami sejauh mana permentasinya, terus kemana pasarnya." katanya saat dipendopo kabupaten Serang, Jum'at (1/2/2019).

Menurut tatu, jika terkait Perda di Kabupaten Serang tidak bisa tawar menawar, karna aturan yang ada di perda itu hasil kesepakatan bersama.

"Terkait miras, dikita itu sudah ada perdanya, disitu sudah jelas, di Kabupaten Serang tidak bisa tawar menawar." jelasnya.

Mengenai kelengkapan izin Online Single Submission (OSS) yang telah dimiliki PT. Balaraja Barat Indah, Tatu mengakui memang masalah perizinan tersebut belum tersosialisasi dengan baik.

"Memang masalah OSS ini banyak dikeluhkan oleh masayarakat, dan memang belum tersosialisasi dengan baik, disangkanya yang mengajukan izin ini cukup setelah OSS itu. Padahal mereka harus berkoordinasi dengan pemda, nah setelah itu nanti di pemda ada izin lingkungan muncul." tuturnya.

Jadi, Terang Tatu, terkait izin, jika tidak ada izin tertulis yang mengizinkan atau yang tidak dapat persetujuan dari masyarakat sekitar, tempat usaha atau bangunan tidak bisa.

"Jadi jangan tiba-tiba tanpa sepengetahuan masyarakat bangunan sudah berdiri. tanpa sepengetahuan masyarakat atau tanpa izin tertulis dari masyarakat, itu tidak bisa. kalau izin dari masyarakatnya tidak ada itu kita tidak bisa."terangnya.

Saat ini, lanjut Tatu, pihaknya mengaku sedang melakukan proses pendalaman dari produk yang di hasilkan oleh pabrik tersebut. Mengenai kadar alkohol dari hasil permentasinya, sejauh mana kadar alkoholnya tersebut.

"Kalau mereka menyebut permentasi, kan kembalinya alkohol, kalau sudah bicara alkohol, kita bicara perda, nanti kita nanya, karena perda seperti ini. Dan juga pemasarannya kemana, saya baru tau kalau itu permentasi belum sampai kadar alkoholnya masuk dalam kategori dilarang diperda kita apa belum. Pasarannya itu juga saya baru tau sepintas dari pihak modrenland, bahwa pasarannya itu bukan ke banten, melainkan pasarnya itu keluar, tapi kan semua itu harus di buktikan." tandasnya. (faiz)



Wartawan : Faizudin


LEAVE A REPLY

Berita Wilayah