RSUD Banten Bantah Telantarkan Pasien

KOTA SERANG - MBC ||- Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Banten klarifikasi terkait adanya keluhan pelayanan dari keluarga pasien yang menggunakan jaminan kesehatan masyarakat (Jamkesmas) yang merasa di diterlantarakan dan akhirnya meninggal dunia pada Selasa (5/2/2019).

Pihak RSUD Banten membantah dengan adanya peristiwa tersebut, tidak semuanya benar seperti yang di beritakan sebelumnya di media. pihaknya dalam hal ini sudah melakukan tindakan sesuai standar operasional pelayanan (SOP).

"Jadi tidak benar bahwa pasien tidak mendapat pelayanan, tidak mungkinlah, kami tau harus berbuat apa, sekalipun kondisi kami dalam keadaan penuhpun tetap kami layani. Namun karena katerbatasan kami tidak bisa berbuat banyak. pasien sedang banyak, kapasitas ruangan pun sedang penuh." kata dr. H. Ajat Drajat didampingi oleh Kepala Humas RSUD Banten dr. Tri Agus Yuarsa dan Kepala IGD dr. Kristin Natalia saat ditemui di RSUD Banten, Senin, (11/02/2019).

Menurut Ajat, kalau terkait tidak tersedianya kamar yang kosong untuk perawatan, kebetulan untuk kamar yang diderita pasien sedang penuh. kalau di ruang anak dan ruang bersalin mungkin kosong, namun hal tersebut bukan peruntukannya, jenis penyakitnya pun dibedakan yang menular dan tidak menular. kalaupun kebijakan pemerintah untuk pasien jamkesmas itu dikelas tiga. Tetapi di RSUD Banten seandainya dikelas duanya ada tempat, di kelas tiganya tidak ada tempat atau penuh, paling tidak dititipkan dulu kalau pasiennya gawat darurat, namun saat itu pasien tersebut tidak dalam kondisi gawat darurat.

"Kebetulan datang ke IGD nya sabtu sore, dan memang kalau poli rawat jalan memang tutup kalau sabtu sore. Jadi kalau IGD itu buka 24jam, jadi pasien di terima di IGD. Makanya kami menyayangkan kesannya tidak diterima padahal nyatanya ada, statusnya ada, medical recond nya ada, bukti lain otentik terkait pasien tersebut di layani pun ada, karna setiap sisi ruangan kita ada sisi Tv nya untuk memantau respontime untuk ketepatan dan kecepatan pelayanan di RSUD Banten ini." jelasnya.

Kepala Bagian Humas RSUD Banten, dr. Tri Agus Yuarsa juga menuturkan bahwa, apa yang dikeluhkan keluarga pasien tidak mungkin terjadi di RSUD Banten, semua ada catatannya, ada rekaman cctv nya dan ada rekam medisnya, dirinya menyayangkan apa yang di sangkakan pada RSUD Banten yang katanya tidak melayani dan menelantarkan.

"Jadi gini, pasien itu datang sabtu sore ke IGD, dan dilakukan pelayanan sesuai standard operasional pelayanan, kemudian kita observasi sampai minggu siang. Kemudian di lihat oleh dokter karena tidak ada kegawatan yang sangat berarti, maka kemudian diperbolehkan pulang untuk kontrol lagi esoknya hari senin nantinya. Namun hari senin pasien datang siang. kemudian ada beberapa pemeriksaan yang harus dilakukan namun pasien tidak melakukan. Dengan alasan kita tidak tau, pasien akhirnya memutuskan pulang dan esok harinya kita dengar kabar bahwa pasien tersebut meninggal jadi, ga mungkin kita tidak melakukan apa apa, apa yang kita katakan ada bukti Cctv nya, ada rekam medisnya, bahwa pasien tersebut sudah kita berikan penanganan seperti infusan, diinjeksi, Ranifiding, dilakukan pemeriksaan laboratorium, obat, dan ada rekam medisnya dikita, artinya apa yang disangkakakan pada kami bahwa kami tidak melayani dan menelantarkan pasien tersebut itu tidak benar." imbuhnya.

Sebelumnya di beritakan bahwa, adanya keluarga pasien warga Kompleks Makmur Jaya, Kelurahan Drangong, Kecamatan Taktakan, yang menderita sakit hepatitis berobah ke RSUD Banten menggunakan jaminan kesehatan masyarakat (Jamkesmas) yang kecewa dengan pelayanan RSUD Banten lantaran merasa tidak dilayani dan diterlantarkan keluarganya hingga meninggal dunia, pada Selasa (5/2/2019) di rumahnya.

Kekecewaan keluarga pasien berawal ketika Pasien yang datang ke RSUD Banten dari rujukan puskesmas Serang Kota karena kondisi pasien yang semakin melemah. tanpa dilengkapi surat rujukan resmi, meski sebelumnya keluarga sudah meminta.

Menurut keterangan dari pihak keluarga pasien. Pasien setibanya di rumah sakit, diputuskan dokter untuk pulang ke rumah karena kondisinya baik-baik saja. Namun hingga malam hari pihak rumah sakit seakan menelantarkan pasien. Tidak diberi infus dan tidak diberi obat-obatan. Selain itu meski wajah dan matanya sudah menguning, pasien juga tidak diberi oksigen.

Keluarga pasien menyesalkan sikap rumah sakit yang tidak memberikan pelayanan apapun. Menurut keluarga pasien pelayanan RSUD Banten sangat kurang dalam menangani pasien Jamkesmas dan BPJS. (faiz)



Wartawan : Faizudin


LEAVE A REPLY

Berita Wilayah