Direskrimsus Polda Banten, Bongkar Kejahatan Hacking Sistem UIN SMH Banten Motif Dendam dan Sakit Hati

BANTEN- MBC ||- Tak Butuh waktu lama, Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditkrimsus) Polda Banten berhasil mengamankan tersangka Hacking Sistem Database Universitas Islam Negeri (UIN SMH Banten).

Tersangka berinisial DR (40) yang merupakan karyawan swasta staf UIN SMH Banten tersebut nekat merusak sistem komputerisasi UIN lantaran dendam dan sakit hati, karena prilaku negatifnya diketahui oleh staf lainnya.

"Dua hari setelah adanya laporan tersangka dapat kita amankan, Motif tersangka dendam, karena prilaku negatifnya diketahui oleh staf lainnya, menjual belikan program kemahasiswaan." terang
Kabid Humas Polda Banten, AKBP Edy Surmardi saat menggelar konferensi pers yang di dampingi Dir Krimsus Polda Banten Kombes Pol Rudi Hananto, SH, serta Rektor UIN SMH Banten, Faujul Iman di Aula Mapolda Banten, Senin, (4/3/2019).

Menurut keterangan tersangka, kata Edi, telah melakukan kejahatan Hacking Sistem Database, sejak Senin 25-26 Februari 2019, menjual belikan program kemahasiswaan.

"Program tersebut dijual di kampus yang ada di daerah Banten. Namun, posisi server masih ada di UIN SMH Banten,” katanya.

Dir Krimsus Polda Banten, Kombes Pol Rudi Hananto, SH menuturkan, Ditkrimsus yang mendapatkan laporan perihal tersebut Kemudian membuat tim, untuk melakukan pemeriksaan dengan sistem digital porensik. Dan berhasil ditemukan jejak pelaku yang membuktikan telah mendownlload file menggunakan link internet yang bisa mengambil username dan pasworrd.

“Pelaku DR awalnya berusaha menghapus jejak digital, tapi jejek tersebut masih bisa dilacak oleh tim, dan akhirnya pelaku bisa diamankan kurang dari dua hari,” tuturnya.

Akibat perbuatan yang dilakukan tersangka, lanjut Rudi, sistem yang ada menjadi oflline dan tidak bisa berfungsi seperti biasanya.

“Seperti program akademik mahasiswa, KRS, sistem keuangan, dan perjalanan dinas tidak berfungsi, Dan Akibat kerugian tersebut tidak bisa memberikan gajih kepada karyawanya, sehingga serangan ini mengakibatkan sistem down,” lanjutnya.

Ditempat yang sama Rektor UIN SMH Banten, Faujul Iman mengatakan, atas apa yang dilakukan tersangka, pihaknya secara mental dan psikis sangat dirugikan hingga tidak bisa terlayani.

“Makanya kami langsung melaporkan perihal apa yang dialami ke Polda Banten, dan kami juga mengucapkan terima kasih atas penangananya, mudah mudahan kedepan bisa kembali berjalan dengan baik,” singkatnya.

Dari kasus ini, petugas berhasil mengamankan Barang bukti dari tersangka berupa phone silver, 3 hardisk Eksteral, dan kabel data berwarna hitam, serta Laptop dan komputer, yang saat ini berada di Puslabfor Bareskrim Polri untuk di lakukan pendalaman.

Sementara,atas perbuatanya pelaku diancam dengan, Pasal 46 ayat 1,2,3 Tahun 2016 tentang informasi dan transaksi elektonik, dengan ancaman hukuman 8 tahun penajara dan denda 2 Milyar. (faiz)



Wartawan : Faizudin


LEAVE A REPLY

Berita Wilayah