Dr H Amas Tadjuddin: Sipakatau Dan Sipakainga Perlu Ditiru Masyarakat Indonesia Secara luas

NASIONAL- MBC ||- Sipakatau dan sipakainga merupakan pilosofi menjaga kerukunan dan kedamaian umat beragama bagi masyarakat Sulawesi Selatan yang dipandang perlu ditiru oleh masyarakat Indonesia secara lebih luas.

Hal tersebut dikatakan Sekretaris PWNU Banten Dr H Amas Tadjuddin yang mengutip sambutan Gubernur Sulawesi Selatan Prof Dr H Nurdin Abdullah yang saat disampaikan dalam acara Konferensi Nasional FKUB Se-Indonesia di Asrama Haji Sudiang Makasar (2/3/2019).

Amas Tadjuddin menjelaskan bahwa, Sipakatau merupakan sikap saling menghargai sesama manusia tanpa membedakan suku ras dan agama, sedangkan Sipakainga bermakna saling mengingatkan dalam berbagi kehidupan tanpa mengedepankan suatu keangkuhan dan merasa yang paling benar, sipakatau dan sipakainga (teks lafadznya bukan dari kitab suci) itulah pilosofi yang dianut oleh masyarakat Sulawesi Selatan mengadopsi kearifan lokal suku-suku besar bugis, toraja, makasar, dan suku mandar.

"Sipakatau dan Sipakainga model tradisi lokal yang dapat diterima oleh seluruh masyarakat Sulawesi dalam hubunganya berbangsa dan bernegara ditengah keragaman adat budaya dan agama, tanpa harus mengedepankan istilah istilah lain dalam teks kitab suci", Jelas Amas Tadjuddin yang juga sebagai intelektual muda Nahdlatul Ulama saat hadiri Konferensi Nasional FKUB Se-Indonesia di Asrama Haji Sudiang Makasar (2/3/2019).

Dalam tahun politik ini, Amas menghimbau masyarakat Banten untuk mampu menahan diri dan tidak terprovokasi menuduh orang lain kafir munafik musyrik hanya karena beda pilihan politik.

"Sipakatau dan Sipakainga model tradisi lokal yang baik juga diterapkan untuk kita dalam kehidupan sehari-hari, terlebih di tahun politik ini, dalam momen Konferensi Nasional FKUB se Indonesia kali ini, kita patut bangga, orang banten dipercaya untuk Indonesia masa depan, dan kita berharap nantinya, agar tetap terjaga ukhuah islamiah, dalam kerukunan, kedamaian, bersama dalam keutuhan NKRI, terutama diwilayah banten." tandasnya.

Dalam Konferensi yang dibuka oleh Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin yang juga dihadiri oleh delegasi Banten diantranya,Dr H Amas Tadjuddin, Dr H Bazari Syam, Dr H Kosasih, Dr H Asnawi Syarbini, dan pdt Beni Halim tersebut diawali dengan pembacaan 5 butir deklarasi bersama yang pada intinya menolak informasi hoax dan fitnah, mendukung kampanye dan Pemilu damai, mendukung pemimpin nasional yang memiliki program kerja yang terbukti untuk kepentingan masyarakat tanpa membedakan agama suku ras dan budaya, serta tetap kokoh mempertahankan Pancasila UUD 1945 kebinekaan dan NKRI. (faiz)



Wartawan : Faizudin


LEAVE A REPLY

Berita Wilayah